Nurul Mustafa
Mahabah pada Rasulullah
Allah mewajibkan pada setiap mukmin untuk mecintai Rasul Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Cinta Rasulullah merupakan fitrah. Orang yang mencintainya maka ia akan senantiasa menyebut namanya, suka mendengar namanya disebut, patuh kepadanya, akan selalu melihat dan membaca sejarahnya, dan rela berkorban untuknya.
Rasulullah bersabda : “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangannya, tidak akan sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai saya lebih dia cintai dibanding ayahnya, anaknya, dan seluruh manusia.” (Riwayat Bukhari)
Lalu bagaimanakah kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Memang banyak cara mewujudkan. Salah satunya dengan mengucapkan dan mengumandangkan shlawat-salam untuknya.
Itulah yang dilakukan Nurul Mustafa adalah group sholawat, hadrah,rebana yang dirilis Masjid al-Azhar Bukit Permata Puri Ngaliyan Semarang. Melalui sair dan sentuhan seni hadrah rebana, Nurul Mustafa berusaha membumikan kecintaan pada insan kekasih Allah SWT, Muhammad ibn Abdullah. Bershalawat dengan dibarengi rebana merupakan sunnah Rasul Saw. Sebagaimana Ijma' Ulama pengertian sunnah adalah apa yang dikerjakan, diperintahkannya, diucapkan, dilihat, dan beliau tidak melarangnya, serta ditetapkan. Dalam sirah nabawiyah, diceritakan ketika Rasul disambut kaum Muhajirin dan Anshor dengan rebana dan qasidah thala'al badru alaina saat beliau tiba dalam hijrahnya dari Makkah menuju Madinah. Rasul Saw tidak melarangnya.
Semoga dengan wasilah shalawat kita dipertemukan Allah dengan Rasulullah di akhirat kelak. Karena beliau pernah bersabda: sesungguhnya seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya.wallahu’alam (salman-NM)
Senin, 16 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar